Leave a comment

ANALISIS TRANSIENT SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN METODE KRITERIA LUAS SAMA _Janne Deivy Ticoh jdticoh@Unima.ac.id

PENDAHULUAN

Di era digital saat ini listrik seakan-akan telah berubah menjadi kebutuhan primer manusia dikarenakan setiap orang nyaris sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Listrik dihasilkan dari proses konversi energi sumber primer seperti batubara, minyak bumi, gas, panas bumi, potensial air dan energi angin.

Kebutuhan listrik masyarakat semakin meningkat seiring dengan perkembangan peradaban, pertumbuhan ekonomi dan memburuknya kondisi lingkungan yang pada akhirnya memaksa penyedia energi listrik harus bisa menyediakan energi listrik yang cenderung mengalami peningkatan. Tidak hanya ketersediaan energi listrik, tetapi penyedia juga harus bisa menjamin bahwa energi listrik yang sampai ke konsumen berkualitas.

Selain tersedianya pembangkitan yang cukup, hal lain yang juga harus ditentukan adalah apakah kondisi transient jika terjadi gangguan akan mengganggu operasi normal sistem atau tidak. Hal ini akan berhubungan dengan kualitas listrik yang sampai ke konsumen berupa kestabilan frekuensi dan tegangan.

Sistem tenaga listrik yang baik adalah sistem tenaga yang dapat melayani beban secara kontinyu tegangan dan frekuensi yang konstan. Fluktuasi tegangan dan frekuensi yang terjadi harus berada pada batas toleransi yang diizinkan agar peralatan listrik konsumen dapat bekerja dengan baik dan aman. Kondisi sistem yang benar-benar mantap sebenarnya tidak pernah ada. Perubahan beban selalu terjadi dalam sistem. Penyesuaian oleh pembangkit akan dilakukan melalui gevernor dari penggerak mula dan eksitasi generator.

Perubahan kondisi sistem yang seketika, biasanya terjadi akibat adanya gangguan hubung singkat pada sistem tenaga listrik, dan pelepasan atau penambahan beban yang benar secara tiba-tiba. Akibat adanya perubahan kondisi kerja dari sistem ini, maka keadaan sistem akan berubah dari keadaan lama ke keadaan baru. Periode singkat di antara kedua keadaan tersebut disebut periode paralihan atau transient. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis sistem tenaga listrik untuk menentukan apakah sistem tersebut stabil atau tidak, jika terjadi gangguan. Stabilitas transient didasarkan pada kondisi kestabilan ayunan pertama (first swing) dengan periode waktu penyelidikan pada detik pertama terjadi gangguan.

Tujuan studi ialah untuk menentukan apakah suatu sistem akan tetap dalam keadaan stabil setelah terjadi gangguan, bagaimana mempertahankan stabilitas transient pada sistem tenaga listrik akibat gangguan tiga fasa. Tujuan dari penelitian ini di jabarkan sebagai berikut :

  • Untuk mengetahui cara menggunakan metode kriteria luas sama untuk menentukan kestabilan sistem tenaga listrik dalam keadaan peralihan (transient).
  • Untuk memperoleh nilai besarnya sudut pemutus kritis (Critical Clearing Angle) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (transient).
  • Untuk memperoleh nilai besarnya waktu pemutus kritis (Critical Clearing Time) untuk menentukan kestabilan Sistem Tenaga Listrik dalam keadaan peralihan (transient).

 Asumsi dan Batasan Masalah

  • Asumsi

Untuk memudahkan perhitungan pada semua studi kestabilan dibuat tiga buah asumsi yang mendasar, yaitu:

  1. dalam gulungan stator dan sistem daya, hanya diperhitungkan arus dan tegangan frekuensi serempak. Oleh karena itu, arus pergeseran dc dan komponen harmoni semuanya diabaikan
  2. Komponen simetris digunakan dalam representasi gangguan tidak seimbang.
  3. Tegangan yang dibangkitkan dianggap tidak dipengaruhi oleh perubahan kecepatan mesin.
  • Batasan Masalah
  1. Gangguan yang dikaji yaitu gangguan tiga fasa pada sistem tenaga listrik.
  2. Penerapan metode kriteria luas sama terbatas untuk satu mesin dengan bus infinite.

METODE

Metode digunakan untuk menentukan kestabilan suatu sistem tenaga listrik yang digunakan apabila mengalami gangguan dalam rencana penelitian ini adalah metode kriteria luas sama. Walaupun metode ini tidak dapat dipergunakan untuk sistem multimesin namun sangatlah membantu untuk memahami faktor-faktor dasar yang mempengaruhi stabilitas transient sistem tenaga listrik. Alat bantu dalam studi analisa sistem tenaga listrik adalah komputer

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dengan menggunakan model sistem tenaga listrik yang terdiri dari sebuah mesin dan 1 bus infinite dengan saluran transmisi 4 saluran identik  dimana gangguan tiga fasa terjadi pada salah satu saluran maka dengan metode kriteria luas sama dapat disimpulkan :

  • Dari sistem tenaga listrik tersebut didapatkan nilai sudut kerja awal = 9.91° +16.41° = 26.18°.
  • System akan berada pada keadaan stabil pada besar sudut ayunan antara sudut ayunan manimum = 80° atau 1,3963 [rad] dan sudut ayunan maksimum  = 110 atau sebesar 1,92 [rad].
  • Sudut pemutus kritis (critical clearing angle), sebesar 86,69 0 atau 1,4257 [rad] dan waktu pemutusan kritis (critical clearing time), tcc 0,24841 [det] atau pada siklus ke 12,42.
  • Sudut daya akhir saat terjadinya gangguan adalah sebesar atau dalam bentuk radian sebsar 2,6547  [radian]
  • Waktu yang berkorespondensi dengan sudut pemutus (critical clearing angle) dinamakan sebagai (critical clearing time).
  • Jika diperoleh luasan Aa > Ad, maka sistim berada pada keadaan tidak stabil, sistem akan mengalami gangguan permanen , tetapi sebaliknya jika diperoleh luasan Aa lebih kecil atau sama dengan Ad (Aa ≤ Ad) maka kestabilan sistem sistem tenaga dapat tercapai.
Advertisements
Leave a comment

UJI KUAT TEKAN BETON SAMBUNG_Jeffrey Andre Delarue email : jeffreydelarue@yahoo.com

ABSTRAK

Kekuatan beton merupakan salah satu sifat yang paling menonjol dari beton. Kekuatan beton mengidentifikasikan mutu suatu struktur. Salah satu kekuatan beton yang sering diuji ialah kuat tekan beton. Kuat tekan beton ialah  besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan  benda uji  beton  hancur  bila  dibebani  dengan  gaya  tekan  tertentu,  yang  dihasilkan  oleh  mesin  tekan  Penelitian ini untuk menguji kuat tekan beton  sambung dengan membuat benda uji beton sambung berbentuk silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter silinder 15 cm. Penyambungan beton dilakukan dengan perekat.

Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan nilai kuat tekan beton sambung, mendapatkan perbandingan nilai kuat tekan beton sambung dan nilai kuat tekan beton tanpa sambungan dan mendapatkan kuva hubungan antara umur penyambungan beton dan nilai kuat tekan beton sambung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kuat tekan beton yang direncanakan sebesar 30 MPa dicapai pada penyambungan umur beton 28 hari. Hasil pengujian tekan menunjukkan ketidakstabilan nilai kekuatan pada penyambungan umur beton 1 dan 3 hari.  Sehingga penggunaan hasil penelitian ini ialah pada penyambungan umur beton 7, 14 dan 28 hari. Pada penyambungan umur beton 7, 14 dan 28 hari, kuat tekan menunjukkan kestabilan nilai kekuatan serta kekuatannya cenderung meningkat linier.  Nilai kuat tekan berturut – turut 28,36,  29,87, dan 30,29 MPa.  Perbandingan terhadap beton utuh pada nilai maksimum yaitu sebagai berikut : kuat tekan beton sambung berkurang  1,368% atau 0,42 MPa.

Kata kunci : kuat tekan, beton sambung, perekat, umur penyambungan

 

Download File lengkapnya disini 03 EDVOKASI DELARUE maret 2015, 16-23

Leave a comment

STUDI KORELASI ANTARA KEAUSAN DINDING SILINDER DENGAN KINERJA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN TOYOTA 2TR-FE -Robert R.O.K. Munaiseche rokrmunaiseche@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini menyajikan pembahasan elementer tentang Studi Korelasi antara Keausan Dinding Silinder dengan kinerja Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar pada Mesin Toyota 2TR-FE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keausan dinding silinder terhadap kinerja mesin dan konsumsi bahan bakar pada mesin Toyota Innova tipe 2TR-FE. Metode yang digunakan adalah deskriptif  yaitu menggambarkan dan menjelaskan fenomena yang terjadi pada suatu objek berdasarkan data-data, fakta-fakta atau gejala yang ditemukan dilokasi penelitian. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Keausan dinding silinder berpengaruh terhadap kinerja mesin karena keausan dinding silinder dapat menyebabkan kinerja mesin menurun atau tenaga yang dihasilkan mesin berkurang bahkan tidak bertenaga dan efisiensi bahan bakar dikarenakan keausan dinding silinder yang mengakibatkan tenaga yang dihasilkan mesin berkurang sehingga untuk memenuhi kebutuhan tenaga yang besar pada saat beban kerja tertentu konsumsi bahan bakar akan lebih meningkat; kedua, mesin Toyota Innova tipe 2TR-FE telah mengalami keausan dinding silinder yaitu pada silinder 1 dan 4 sesuai data yang diperoleh tekanan kompresi pada silinder 1 dan 4 sudah berkurang dan tidak sesuai dengan standar tekanan kompresi yang ditentukan.

  Kata-kata kunci:      Keausan dinding Silinder, Kinerja Mesin, Konsumsi bahan bakar, Innova 2TR-FE

Download File Lengkapnya disini 02 EDVOKASI Munaiseche maret 2015, 8-15

 

 

Leave a comment

MODEL BENTUK PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN VOKASI TEKNIK MESIN DALAM MEMENUHI HARAPAN DUNIA USAHA_ Parabelem Tinno Dolf Rompas

Parabelem Tinno Dolf Rompas  Parabelem_rompas@yahoo.com

ISSN 2087-3581 Hal 1-7

ABSTRAK

Model bentuk pembelajaran program studi pendidikan vokasi teknik mesin dalam memenuhi harapan dunia usaha telah diteliti. Dunia usaha sangat menuntut tenaga kerja harus siap dalam pekerjaannya sesuai dengan kompetensinya dan tidak perlu lagi mendapatkan pelatihan kerja, tetapi saat ini tidak demikian karena setiap tenaga kerja yang saat diterima sebagai pekerja harus mendapatkan pelatihan berhubung kompetensi kerjanya masih kurang dan belum memenuhi standar pekerjaan di dunia usaha tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsep model bentuk pembelajaran program studi pendidikan vokasi teknik mesin yang tepat dan sesuai dalam memenuhi harapan dunia usaha.

Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, survey, observasi di dunia pendidikan dan dunia usaha, analisis data survey dan observasi, pembuatan model bentuk pembelajaran program studi pendidikan vokasi teknik mesin dalam memenuhi harapan dunia usaha, dan penyusunan rencana implementasi model bentuk pembelajaran pada program studi pendidikan vokasi teknik mesin Politeknik Negeri Manado pada tahun akademik 2015-2016. Hasil temuan menunjukkan bahwa model bentuk pembelajaran bervariasi tergantung pada karakteristik materi mata kuliah yang ingin dicapai dan dalam penerapan pembelajaran rumusan sikap menurut lampiran Permendikbud No. 49 Tahun 2014 dijabarkan ke dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran.

 Kata Kunci: Model Bentuk Pembelajaran, Sikap, Dunia Usaha, Pendidikan Vokasi

Uduh File Lengkap disini 01 EDVOKASI ROMPAS PARABELEM maret 2014, 1-7

 

 

Leave a comment

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOMPUTER MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MANADO

ISSN 2087-3581

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOMPUTER MENGGUNAKAN  MODEL   PEMBELAJARAN  KOOPERATIF TIPE  STAD  DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MANADO

 

Angmalisang, H[1]

 

 

ABSTRACT

Computer courses must be mastered well by students of the Department of Electrical Engineering in order to support other engineering courses related to the subject. Does the STAD Cooperative learning model improve student learning activities in Computer courses and improve student learning outcomes in Computer courses at the Faculty of Engineering Unima is the topic of discussion in this paper.

The method used in this research is an action research conducted in the classroom towards students in order to improve learning outcomes.The results of this study concluded that using the STAD type cooperative learning model can improve the learning outcomes of students of the Electrical Engineering Department of the Engineering Faculty of Manado State University.

 

Keywords:Learning Model, STAD Cooperative learning, academic achievement

 

ABSTRAK

Mata kuliah Komputer  harus dikuasai dengan baik oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro agar dapat menunjang mata kuliah keteknikan lainnya yang berkaitan dengan mata kuliah tersebut. Apakah model pembelajaran Kooperatif metode STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Komputer dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Komputer di Fakultas Teknik Unima adalah yang menjadi topik pembahasan dalam tulisan ini.

Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar komputer mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado.

 

Kata Kunci:  Mata kuliah Komputer, pembelajaran Kooperatif metode STAD, Hasil Belajar

 

Drs. Harrychoon Angmalisang, M.Pd,  adalah staf dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Manado

 

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP 08 EDVOKASI Angmalisang Maret 2015, 45-44

Leave a comment

ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN BERSIGNAL PIKAT DI JALAN SAMRATULANGI KOTA MANADO

ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN BERSIGNAL PIKAT

DI JALAN SAMRATULANGI KOTA MANADO

 

Maki, T S [1]

  

Abstract

Pikat’s crossing intersection in Manado City which experiences this problem is a signalized intersection located on Jalan Samratulangi. This intersection has three arms. The above conditions lead to a decrease in the level of service from the intersection. This can be seen from the long queues at the intersection. Directly this situation will result in energy waste in the area around the intersection in particular and the City of Manado in general. Thus, solving the above problems can be done by increasing the crossing capacity, reducing the number of conflicts, setting the movable rights separated from the moving time, which one of the alternatives can be used to increase crossing capacity is signaling intersection management.

To anticipate the conditions above and also as an effort to improve the service level of the Pikat crossing at present and in the future, it is necessary to conduct a study and performance evaluation of the level of service from this intersection.

From the results of the analysis, it can be concluded that things like the value of a degree of saturation (DS) can be seen for each approach, namely approaching Jl. Samratulangi (U) of 0.52 approaches Jl. Samratulangi (S) of 0.50, approaching Ahmad Yani of 0.41, the average delay of 136.21 det / vehicle and average vehicle queue is 114.33 meters.

 

Keywords: performance of crossing crossing

 

ABSTRAK

Persimpangan bersignal Pikat di Kota Manado yang mengalami permasalahan tersebut adalah persimpangan bersignal yang terletak di Jalan Samratulangi. Persimpangan ini mempunyai lengan tiga. Kondisi diatas mengakibatkan menurunnya tingkat pelayanan dari persimpangan. Hal ini dapat dilihat dari adanya antrian yang panjang pada kaki-kaki persimpangan. Secara langsung keadaan ini akan mengakibatkan pemborosan energi di daerah sekitar persimpangan pada khususnya dan Kota Manado pada umumnya. Dengan demikian, pemecahan masalah tersebut diatas dapat dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas persimpangan, memperkecil jumlah konflik, pengaturan hak bergerak yang dipisah atas waktu bergerak, yang salah satu alternatifnya dapat digunakan untuk peningkatan kapasitas persimpangan adalah manajemen persimpangan bersinyal.

Untuk mengantisipasi kondisi-kondisi di atas dan juga sebagai upaya meningkatkan tingkat pelayanan persimpangan Pikat saat ini dan dimasa mendatang, perlu dilakukan suatu studi dan evaluasi kinerja terhadap tingkat pelayanan dari simpang ini.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan hal-hal seperti nilai derajatkejenuhan (DS) mak­simum untuk masing-masing pendekat yaitu pendekat Jl. Samratulangi (U) sebesar 0,52 pendekat Jl.Samratulangi (S) sebesar 0,50, pendekat Ahmad Yani sebesar 0,41, tundaan rata-ratayaitu 136,21 det/kenddan antrian kendaraan rata-rata adalah 114,33 meter.

 

Kata kunci:kinerja persimpangan bersignal

Tendly Shwars Maki, ST, MT,  adalah staf dosen di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Manado

 

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP 07 EDVOKASI TS MAKI

Leave a comment

Analisis Kinerja Persimpangan Bersignal Pikat di Jalan Samratulangi Kota Manado

Analisis Kinerja Persimpangan Bersignal Pikat  di Jalan Samratulangi Kota Manado.

Tendly Shwars Maki, Universitas Negeri Manado

Abstract

Increasing population, the number of vehicles and activities in the city of Manado pose social and economic problems that are very dependent on road transportation. This problem arises because of an imbalance between increased vehicle ownership and the growth of road infrastructure. Problems that will arise include traffic congestion, increased travel time, increasing the number of accidents and environmental damage, in the form of a waste of fuel, noise and air pollution. The effective capacity of the existing road segment is smaller than the planned road capacity due to roadside barriers and very high vehicle and population growth rates. Side barriers on the road are often related to the existence of social and economic activities on the roadside, which causes road performance to decline.

February 14th Road is located in the Teling Village of Manado City and is the center of community activities because there are shopping centers, school complexes, restaurants and others that often contribute to increasing the capacity of vehicles on the road, and community activities around the road greatly affect the speed of motor vehicles. The side constraints in question are pedestrians, vehicles parked/stopped, vehicles coming in / out. The purpose of this study was to analyze the effect of side barriers on road performance on the road section based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI)

The results of the performance analysis of the February 14 Teling road segment concluded that the side barriers affect the degree of saturation, meaning that it affects the level of road service. The degree of existing saturation is 0.83 and after assuming the side resistance is 0 (zero), the degree of saturation drops to 0.76. So the effect of side barriers on February 14 Teling road segment is 0.07

 

Keywords: influence, obstacles, side.

 

ABSTRAK

 

Peningkatan jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan aktivitas di Kota Manado menimbulkan masalah sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada transportasi jalan raya. Masalah ini muncul karena adanya ketidakseimbangan antara peningkatan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan. Masalah-masalah yang akan timbul antara lain adalah kemacetan lalu lintas, peningkatan waktu tempuh, meningkatnya angka kecelakaan dan kerusakan lingkungan hidup, berupa pemborosan bahan bakar, kebisingan dan polusi udara. Kapasitas efektif ruas jalan yang ada lebih kecil dari kapasitas jalan yang direncanakan akibat adanya hambatan di tepi jalan dan tingkat pertumbuhan kendaraan dan penduduk yang sangat tinggi. Hambatan samping di jalan tersebut sering kali terkait dengan adanya aktivitas sosial dan ekonomi di tepi jalan, yang menyebabkan kinerja jalan mengalami penurunan.

Ruas Jalan 14 Pebruari terdapat di kelurahan Teling Kota Manado dan merupakan pusat aktifitas masyarakat karena terdapat pusat perbelanjaan, kompleks persekolahan, rumah makan dan lainya yang sering memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas kendaraan di ruas jalan, dan aktifitas masrarakat disekitar ruas jalan sangat mempengaruhi laju kendaraan bermotor. Hambatan samping yang dimaksud adalah pejalan kaki/pedestrian, kendaraan parkir/berhenti, kendaraan keluar/masuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa akibat pengaruh hambatan samping terhadap kinerja jalan pada ruas jalan tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).

Hasil  analisis kinerja ruas jalan 14 Pebruari Teling disimpulkan bahwa hambatan samping mempengaruhi besar derajat kejenuhan, berarti mempengaruhi tingkat pelayanan jalan. Derajat kejenuhan eksisting adalah sebesar 0,83 dan setelah diasumsi hambatan samping adalah sebesar 0 (nol) maka derajat kejenuhan turun menjadi 0,76. Jadi pengaruh hambatan samping pada ruas jalan 14 Pebruari Teling adalah sebesar 0,07

 

Kata kunci:pengaruh, hambatan, samping

 

Download Artikel di